Call 021- 7505492

For further enquires

Periode Perkembangan Anak

Fungsi motorik menjadi 2 macam; motorik kasar dan motorik halus
  
  Motorik Kasar : Gerakan tubuh yang menggunakan otot besar 
Misalnya: menendang, duduk, berlari
  Motorik Halus: mengunakan otot halus atau sebagaian anggota 
Tubuh. Misalnya: menggunting, menulis, menjahit.
Dasar- dasar perkembangan Anak

1. Perkembangan ditandai dengan pertumbuhan
Perubahan tersebut bermacam- macam terggantung anaknya. Dengan ini untuk mengetahui adanya perubahan maka harus dilakukan pengamatan yang intensif pada anak. Dalam keadaan seperti ini maka pendidik harus bertindak sebagai pengamat yang sekaligus sebagai pendamping dan pembimbing anak dalam melakukan berbagai kegiatan bermain.

2. Masa awal anak lebih kritis dari perkembangan selanjutnya
Usia 2-5 thn merupakan masa keemasan (Golden Age) Perkembagan ini lebih kritis dari perkembagna selanjutnya. Jarak usia kritis ditandai dengan adanya berbagai masa yang akan dilalui oleh anak. Masa- masa tersebut antara lain:
- Masa Egosentris
i. Tumbuhnya rasa mengunggulkan diri
ii. Tumbuhnya jati diri dan identitas diri anak.
iii. Para pendidik perlu membimbing dan mengarahkan rasa egosentris anak dengan memperkenalkan aturan yang disepakati secara kelompok dengan tetap memelihara jati diri dan identitasnya.
iv. Dengan demikian tumbuhnya sosiabilitas akan seirama dengan perkembangan egosentris

- Masa Menentang
i. Biasanya dalam keadaan ini orang tua akan mendidik yang keras sehingga akan mengakibatkan anak tuumbuh menjadi pribadi yang keras kepala
ii. Tindakan yang tepat agar anak pada masa in tumbuh menjadi pribadi yang baik adalah dengan memberikan tindakan yang bertentangan atau berlawanan
iii. Misalnya anak mencoret tembok maka dapat diberikan pegertian tidak boleh mencoret atau teruskan mencorat coret pada tempat yang tepat yaitu pada buku.
iv. Dengan demikian membujuk anak dengan halus maka dapat membuat anak lebih nyaman dan tidak takut kepada kita.

- Masa Imitasi
i. Merupakan fase kritis sebab anak akan meniru semua perilaku baik atau buruk terhadap lingkungan sekitarnya
ii. Misalnya anak meniru temannya berkata jorok tindakan preventif yang dapat kita lakukan adalah dengan membuatnya yakin bahwa hal itu tidak baik diucapkan walaupun temannya melakukan hal tersebut.

3. Perkembangan merupakan kematangan belajar
i. Kematangan menunjukan adanya suatu kesiapan untuk dapat berubah
ii. Kematangan dalam perkembangan dapat dirangsang oleh lingkungan sekitarnya dengan cara belajar
iii. Pendidik harus menyeimbangkan antara fkator kematangan dan juga usaha untuk belajar agar anak dapat berkembangan dengan baik.
iv. Misalnya: anak mulai tertarik pada buku bacaan, maka kita dapat merangsang anak tersebut dengan cara permainan kartu, membelikan cerita yang bergambar dan mengajaknya bermain.

4. Pola perkembagan anak dapat diprediksi
i. Misalnya sebelum anak dapat menggunakan operasi bilangan anak terlebih dahulu akan belajar menyebutkan lambang bilangan, membilang lambang bilangan dan juga menghubungkan antar konsep dengan lambang bilangan
ii. Dengan mengetahhui perkembangan anak, ktia dapat memberinya stimulan- stimulant yang tepat pada setiap anak.
iii. Apalagi stimulant yang berhubungan dengan pendidikan, seorang pendidik harus tahu pada usia berapakah anak harus diberi stimulant edukasi yang tepat.

5. Perkembangan anak berbeda satu sama lain
i. Setiap anak memiliki tempo dan irama yang berbeda
ii. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penyelidikan dan mendeteksi penguasaan anak terhadap kemampuan awal yang dimiliki masing- masing anak.
iii. Dengan mengetahui kemampuan anak pada awal perkembangan umum akan mendorong perilaku anak agar anak dapat berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya

6. Perkembangan biasanya melalui tahapan tertentu. Berikut beberapa tahapan perkembangan:
i. Teori perkembangan Kognitif (by Jean Piaget)

Perkembangan pada konsep kecerdasan. Teori ini membahas tentang bagaimana seseorang mempersepsikan lingkungannya
Keempat tahap perkembangan:
1. Tahap sensorimotor (0-2 thn)
Mengenali dunia dari gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi obyek

2. Tahap sebelum bisa beroperasi (2-7 thn)
Memiliki kecakapan motorik

3. Periode operasional Konkrit (7-11)
Berpikir secara logis tentang kejadian- kejadian konkrit

4. Periode Operasional formal (11- dewasa)

ii. Teori perkembangan Psikososial (by Erikson) (otak dan masyarakat)
1. Usia 0- 1 thn
Pengasuhan bayi dengan kasih saying yang tulus menimbulakan trus (kepercayaan) terhadap lingkungan.

2. Usia 2-3 thn
- Pengasuhan dengan melakukan apa yang dibuthkan anak
- Mengembakan kesadaran otonominya (automy) (jati diri)
Sedangkan apabila orang tua tidak sabar dan banyak melarang maka akan menimbulkan sikap ragu- ragu dan sangsi (shame dan doubt) pada anak.

3. Usia 4-5 thn
- Pengasuhan dengan memberi desakan untuk melakukan percobaan dengan bebas dalam lingkungannya
-Orang tua tidak menjawab langsung pertanyaan anak namun anak didorong agar untuk berinisiatif (inisiative) maka membuat anak menjadi lebih baik.
- Namun jika anak selalu dihalangi dan pertanyaan anak selalu disepelekan maka akan membuat anak semakin merasa bersalah (Guilty)

4. Usia 6- 11 thn
- Anak dapat berfikir secara dewasa maka anak akan berkembangam dengan baik namun bila sebaliknya ak akan berkembang menjadi rendah diri (inferiority)

iii. Perkembangan Bahasa
1. Periode Prelinguistik (0-1thn)
Anak belum dapat berbicara
Dalam masa bayi berkembang melalui tahapan umum:
  - Mengoceh (3-6bln)
  - Kata pertama yang dipahami (6-9 bln)
- Instruksi sederhana yang dipahami (9-12bln)
- Kata pertama (10- 15 bln)
- Penambahan dan penerimaan kosa kata (lebih dari 300 kata pada usia 2 thn)
- 3thn kedepan kosa kata akan berkembang lebih pesat lagi

2. Periode Linguistik (1-5 thn). Anak suda dapat berbicara.Tiga fase besar:
i. Fase satu kata atau Holofrase

- Menggunakan satu kata untuk mengutarakan pemikiran yang complex
- Biasanya yang pertama kali diucap adalah kata benda baru setelah itu kata kerja.

ii. Lebih dari satu kata
- Dapat menyebutkan dua kata; Subjek dan predikat
- Mulai mengadakan tanya jawab

iii. Differensiasi
- 2.5thn- 5 thn 
- Keterampilan berbicara mulai berkembang menggunakan kata kerja dan kata benda
- Anak mulai mengkritik, bertanya, menjawab dan memerintah

iv. Perkembangan menurut Freud
i. Tahapan Oral (mulut)
- 18bln pertama 
- 2 aktivitas yang dimulut yaitu menggigit dan menelan makanan

ii. Tahap Anal 
- 1- 3thn
- Mengalami kenikmatan dlm fungsi pembuangan.
- Anak senang sekali bermain- main dengan Lumpur dan melukis dengan jarinya

iii. Tahap Phallic
- 3-6 thn
- Mengetahui kenikmatan pada alat kelaminnya

iv. Tahap Latency
- 6-pubertas
- Tahap paling baik dalam perkembangan kecerdasan

v. Tahap Genital
- Masa pubertas dan seterusnya
- Menjadi sumber kenikmatan


Flying Star Day Care and Training Center berkerjasama dengan baby sitter, tempat penitipan anak, TPA, suster, nanny, governess, penyalur baby sitter, pembantu, serta pengasuh anak lainnya untuk menerapkan “AKTIFITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)” di rumah anda, agar anak bermain untuk belajar. Hubungi bagian marketing kami di 021- 98585856 atau 081388585600




0 komentar:

Poskan Komentar

 

Tags

"Hubungi kami di 021-98585856 atau 0813 88585 600 untuk memesan program PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, pengasuh anak atau daycare"

Pendidikan Anak Usia Dini Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino